Pasca Kekuasaan Taliban, PIA Menjadi Maskapai Pertama yang Mendarat di Afghanistan

14 September 2021, 08:36 WIB
Potret maskapai Pakistan International Airlines (PIA). /via YouTube Mraviationguy

INFOSEMRANGRAYA.COM - Pakistan International Airlines (PIA) menjadi maskapai penerbangan pertama yang berani mendarat kembali di Afghanistan sejak Taliban merebut kembali kekuasaan.

Mendarat di Bandara Internasional Kabul, pesawat ini direncanakan membawa beberapa penumpang dan menjadi penerbangan komersial pertama.

"Hampir tidak ada orang di pesawat, sekitar 10 orang. Mungkin lebih banyak staf daripada penumpang," ujar seorang jurnalis kantor berita AFP di dalam penerbangan dari Islamabad pada Senin, 14 September 2021.

Baca Juga: PBB Janjikan Bantuan Tunai Bagi Keluarga Korban Konflik di Gaza

Hingga kini berlum jelas status penerbangan PIA diklasifikasikan sebagai penerbangan komersial reguler atau charter komersial khusus.

Seorang juru bicara PIA mengatakan pada akhir pekan bahwa maskapai itu ingin melanjutkan layanan komersial reguler, tetapi terlalu dini untuk mengatakan seberapa sering penerbangan antara kedua ibu kota akan beroperasi.

“Ini adalah momen yang luar biasa bagi saya setelah sekian lama sejak perubahan pendirian di Kabul,” jelas Jawad Zafar, kepala operasi di PIA.

Baca Juga: Keras Kepada Massa Unjuk Rasa, PBB Kutuk Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Seperti yang diketahui, Bandara Kabul mengalami kerusakan parah pasca proses evakuasi yang diakhiri penarikan pasukan AS pada 30 Agustus 2021 lalu.

Aula penumpang, jembatan udara dan infrastruktur teknis rusak parah pada hari-hari setelah Taliban masuk ke Kabul pada 15 Agustus, dan ribuan orang menyerbu bandara dengan harapan melarikan diri.

Meskpun demikian, pihak Taliban telah berjuang untuk membuat bandara beroperasi kembali dengan bantuan teknis dari Qatar dan negara-negara lain.

Baca Juga: Taliban Lakukan Serangan Intensif untuk Rebut Panjshir, Warga Dipaksa Mengungsi

Dimulainya kembali penerbangan komersial akan menjadi ujian utama bagi kelompok tersebut, yang telah berulang kali berjanji untuk mengizinkan warga Afghanistan dengan dokumen yang tepat untuk meninggalkan negara itu dengan bebas.***

Editor: Alfiansyah

Tags

Terkini

Terpopuler