Tangani Klaster ABK Kapal, 42 Nakes RSUD Cilacap Positif Covid-19 Varian Baru

- 23 Mei 2021, 19:56 WIB
Ilustrasi 42 nakes RSUD Cilacap yang tertular Covid-19 varian baru B1617 asal India usai menangani pasien ABK kapal Filipina.
Ilustrasi 42 nakes RSUD Cilacap yang tertular Covid-19 varian baru B1617 asal India usai menangani pasien ABK kapal Filipina. /ANTARA/Fb Anggoro

INFOSEMARANGRAYA.COM,- Virus Corona varian baru B 1617 asal India tersebar di Cilacap pasca datangnya puluhan ABK kapal MV Hilma Bulker yang sandar di pelabuhan Cilacap beberapa waktu lalu. 

Para ABK pun telah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Cilacap. Akan tetapi, sebanyak 42 tenaga kesehatan (Nakes) justru tertular virus varian baru tersebut. 

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan para Nakes RSUD Cilacap bisa terkonfirmasi positif Covid-19 varian B 1617 saat menangani 13 orang warga Negara Philipina yang bekerja sebagai ABK MV Hilma Bulker.

Baca Juga: Jungkook BTS Kenakan Batik Hingga MV Butter Puncaki Tangga Lagu Dunia Hebohkan Para ARMY

Baca Juga: Wilayah Banten Digoyang Dua Gempa Bumi Berurutan, Getarannya Hingga ke Kota-Kota Ini

"Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI menunjukkan ABK tersebut teridentifikasi terkonfirmasi positif Covid-19 varian B 1617,” kata Bupati Cilacap pada Minggu 23 Mei 2021. 

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tim Nakes yang menangani klaster ABK tersebut. 

"Dari sejumlah Nakes itu, sebagian sedang dilakukan pemeriksaan spesimen sampel lanjutan ke laboratorium UGM Yogyakarta,” kata Tatto.

Baca Juga: Polisi Bubarkan Dua Pentas Seni Kuda Lumping di Purbalingga, Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Baca Juga: Viral Video Peletakan Meja di Jalan Raya Boyolali, Polisi Lacak Pelaku

Menyikapi hal ini, Bupati Cilacap juga telah meminta BNPB melakukan isolasi terpusat.

"Untuk penanganan klaster Covid-19 ABK kapal yang teridentifikasi Covid-19 varian B1617, kami meminta BNPB untuk dapat memfasilitasi penyediaan tempat isolasi terpusat, misal di hotel atau penginapan bagi pasien yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah dan juga tidak dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19,” katanya.***

Editor: Eko Nugroho


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah