Pulau Bali Kembali Dibuka Tanpa Penerbangan Langsung Internasional

- 14 Oktober 2021, 15:40 WIB
Ilustrasi Bali. Pemerintah Indonesia saat ini telah mengizinkan 19 negara Eropa, Asia dan Timur Tengah untuk berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau, simak syaratnya.
Ilustrasi Bali. Pemerintah Indonesia saat ini telah mengizinkan 19 negara Eropa, Asia dan Timur Tengah untuk berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau, simak syaratnya. /Pixabay/Michelle Raponi/

INFOSEMARANGRAYA.COM - Pemerintah Indonesia kembali membuka pulau Bali untuk wisatawan baik asing maupun lokal setelah 18 bulan penutupan.

Hanya saja pemerintah belum membuka penerbangan langsung internasional menuju pulau Bali. “Sejauh ini belum ada jadwal,” kata Taufan Yudhistira, juru bicara bandara.

Dengan tidak adanya penerbangan langsung, pengunjung dari luar negeri harus terbang melalui Jakarta.

Baca Juga: BMKG Sebut Bali, NTT dan NTB Berisiko Tinggi Alami Kekeringan

Bandara internasional Ngurah Rai di pulau itu telah melakukan simulasi mempersiapkan wisatawan untuk kembali tetapi tidak berharap banyak yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Pemerintah ingin menghidupkan kembali industri pariwisata Bali setelah penurunan tajam kasus Covid-19.

Hingga kini pemerintah Indonesia baru mengkonfimasi 19 negara yang memenuhi syarat untuk diperbolehkan mengunjungi pulau Bali.

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 2 Minggu, Tidak Ada Daerah yang Masuk Level 4

Di antaranya China, India, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru, bersama dengan beberapa negara dari Eropa Barat dan Timur Tengah.

Namun beberapa perwakilan industri pariwisata Indonesia mengatakan rencana pembukaan kembali Bali belum sesuai dengan permintaan.

I Putu Astawa dari Dinas Pariwisata Bali mengatakan pemesanan hotel sedikit.

Baca Juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang 1 Minggu, Hanya 3 Kota yang Masuk PPKM Level 4

“Belum karena waktunya sangat mendadak,” katanya saat ditanya soal lonjakan pemesanan. “Mereka butuh waktu untuk mengurus visa dan penerbangan.”

Namun, maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, minggu lalu mengumumkan rencana untuk menambah lebih banyak penerbangan antara Jakarta dan Bali, dengan alasan pertumbuhan lalu lintas wisatawan domestik.

Selama pandemi Covid-19, banyak banyak orang kehilangan pekerjaan dan bisnis, termasuk hotel dan restoran, karena pemberlakukan penutupan yang berkepanjangan.***

 

Editor: Alfiansyah

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah